SHORT STORY – PERJUSAMI 2025
Ditulis Oleh Kakak Ika Harisah Nurillah, S.Pd, M.Pd
“Pramuka…Pramuka…Praja Muda Karana!” seru peserta PERJUSAMI kelas 5 SD Khadijah setelah sambutan pemberangkatan oleh Kak Fida selaku wakil kepala sekolah. “Truk 1, Regu Mawar, Regu Banteng, dan Regu Garuda berangkat menuju truk didampingi oleh Kak Ika dan Kak Adam!” intruksi Kak Dephi selaku ketua panitia dan dilanjutkan intruksi untuk Truk 2-4.
Senyum merekah dan celoteh riang peserta PERJUSAMI mengiringi perjalanan kami dari lapangan sekolah menuju truk yang telah terparkir rapi di parkiran sekolah. Tatapan haru dan doa para orang tua melepas anak-anaknya untuk berproses bersama kakak Pembina menambah bara semangat kami.
Regu putra berjibaku membantu kakak pembina untuk menaikkan dan mengatur barang bawaan di dalam truk dengan rapi. Semua persiapan telah selesai, semua peserta naik ke truk, dan truk siap berangkat.
Lambaian tangan dari para orang tua murid melepas keberangkatan kami dengan penuh haru. Berharap anak-anaknya mendapat pengalaman yang luar biasa dan tetap aman. Perjalanan menuju Lawang kami lalui bersama.
Setibanya di lokasi perkemahan, telah siap Kak Hadi selaku kepala sekolah menyambut kedatangan rombongan. Seluruh barang diturunkan dari truk dan seluruh regu merapikan barang bawaannya. Upacara pembukaan telah siap dimulai, seluruh regu dan petugas upacara telah siap di posisi masing-masing.
“Kepada Sang Merah Putih, hormaaaaaattttt graaakkk!!!” seru pratama.
Seluruh peserta mengikuti upacara pembukaan PERJUSAMI 2025 dengan khidmat. Upacara telah selesai. Seluruh regu mempersiapkan diri untuk Salat Ashar kemudian mendirikan tenda.
“Siapkan tongkat 2, tali 10 meter 2, pasak, tali rafia, dan cari 2 batu!” intruksi kakak Pembina kepada pinru.
Dengan sigap, pinru menginfokan ke anggotanya dan menyiapkan barang-barang yang diminta kakak pembina.
“Kita masukan ujung tenda ke ujung tongkat, kemudian kita buat simpul pangkal dulu.” Kak Ika memandu Regu Mawar mendirikan tenda.
“Ambil pasak dan batu!” intruksi Kak Aniqoh ke Regu Lily.
“Kita Tarik tongkatnya bersama ya, kita tegakkan tongkatnya. 1…2…3…!” Kak Muji memberikan aba-aba kepada regu banteng.
Seluruh tenda telah berdiri tegak dan siap untuk dijadikan tempat tidur malam ini.
“Allahu akbar… Allahu akbar…!” Adzan maghrib telah berkumandang.
Seluruh peserta telah selesai bersih diri dan berwudu. Mereka bergegas menuju mushola untuk Salat Maghrib berjamaah. Seusai Salat maghrib, dilanjutkan makan malam bersama di bawah pohon jati yang rindang dan dihiasi lampu. Suasana jurit malam sudah terasa. Selesai makan, kegiatan dilanjutnya Salat Isya’. Sirine panggilan untuk pinru telah berbunyi. Seluruh pinru berkumpul di pos Pembina.
“Setelah ini kita akan jurit malam. Anggota disiapkan dengan memakai hasduk, jaket, kaos kaki, sepatu, sarung tangan, masker, dan senter.” Arahan Kak Dephi kepada pinru.
Pinru bergegas menyiapkan anggotanya. Kak Dephi dan Kak Hadi telah siap di pos pemberangkatan. Seluruh kakak pembina menuju ke lokasi pos penugasan masing-masing. Pada pos pemberangkatan, para peserta murajaah surah pendek An-Nas sampai Al-Ikhlas dan ayat kursi 1x. Setiap regu berangkat bergantian. Mereka muraja’ah surah Al-Insyirah dan surah Al-Fill dalam perjalanan menuju pos 1.
Gelap malam, dinginnya angin, dan suara kumbang hutan mengiringi perjalanan setiap regu. Mereka berjalan sesuai regunya masing-masing dengan penuh keyakinan dan saling menjaga.
“Dari sini kalian belok kiri, lurus saja. Nanti belok kiri di pagar hijau depan itu ya.” Kak Ruchan memberikan intruksi.
“Tidak! Kakak berbohong. Siapa anda? Anda tidak pakai hasduk. Anda bukan Pembina kami!” Seru Zafran pinru Regu Scorpio.
Terjadilah sedikit drama di tengah perjalanan. Namun, menambah keseruan perjalanan malam peserta PERJUSAMI. Mereka belajar tentang bagaimana cara mempercayai seseorang yang tidak mudah.
“Tidak mau! Kami tidak mau berangkat! Takut, Kak!” seru Regu Matahari ketakutan melanjutkan perjalanan dari pos 3 menuju pos 4.
Dengan segala cara demi meyakinkan dan penguatan hati oleh Kak Chafidz dan Kak Tohir, akhirnya Regu Matahari mau melanjutkan perjalanan menuju pos 4 diiringi sinar rembulan malam itu. Pos demi pos mereka lewati dengan rasa takut pada hantu ditengah malam, namun hangat bersama regu yang saling menjaga.
“Apakah ini pos 5?” tanya pinru yang melihat ada Kak Mar’atus dan Kak Saidah di sekitar pos.
“Bukan, pos 5 masih lurus.” Celetukan seorang peserta regu lain sambil bercanda.
Regu Cobra yang dengan mudah mempercayai suara entah darimana dan siapa, kemudian langsung melanjutkan perjalanan menuju pos kedatangan. Kak Fais menyampaikan bahwa mereka telah melewatkan 1 pos yaitu pos 5. Seluruh regu telah selesai melaksanakan Jurit Malam. Kak Fida dan Kak Hadi telah siap dengan kegiatan berikutnya yaitu malam renungan.
“Sudahkan kalian berterima kasih pada ibu kalian? Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu tak akan tergantikan oleh apapun. Dan akan ada untuk anaknya selamanya!” suara sendu Kak Fida mengiringi malam renungan di bawah pohon. Isak tangis peserta memecah gelap malam. Bahkan kakak pembinapun turut meneteskan air mata. Nasehat demi nasehat diberikan oleh Kak Hadi untuk menenangkan hati para peserta PERJUSAMI.
Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 WIB. Seluruh peserta mempersiapkan diri untuk berlayar ke pulau kapuk. Mereka bergegas menuju tenda dan merajut mimpi bersama teman-teman dan kakak Pembina masing-masing.
Udara masih dingin, langit masih gelap. Sirine telah berbunyi pertanda untuk melaksanakan Salat Subuh berjama’ah. Seluruh peserta meyudahi mimpi panjangnya dan siap beraktifitas kembali. Setelah Salat Subuh, mereka lanjut bersih diri.
Embun pagi masih membasahi rerumputan, namun semangat pagi sudah berkobar dengan senam yang dipimpin oleh Kak Fais. Tawa riang anak-anak menghiasi lapangan pagi itu. Setelah senam, mereka sarapan bersama di bawah pohon rindang, ada pula yang lebih memilih di depan pondok. Segelas teh hangat tak lupa di sruput untuk menambah semangat menyambut penjelajahan.
Sirine panggilan pinru berbunyi. Kak Dephi dan Kak Aniq memberikan arahan untuk pinru tentang persiapan penjelajahan. Kali ini, kita akan menjelajahi pemukiman warga, pemakaman, sawah, dan perkebunan yang hijau. Pembacaan ayat kursi mengiringi pemberangkatan peserta per regu menuju pos 1.
“Selamat datang di pos 1, silahkan yel-yelnya.” Sapa Kak Anis di pos 1 yang sudah siap dengan misi Sandi Kotak.
Setelah menyelesaikan misi di pos 1, semua regu melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya secara bergantian. Mereka bertemu Kak Dephi di pos 2 dengan misi membuat pantun Kepramukaan. Bersama Kak Fais di pos 3 dengan misi PBB. Lanjut dengan Kak Saidah di pos 4 dengan misi Sandi Morse.
“Misi selesai. Silahkan lanjutkan perjalanan kalian.” Arahan Kak Saidah.
“Lurus saja, kemudian belok kiri ikuti petunjuk anak panah.” Kak Mukafi mengarahkan setiap regu yang melewati pos bayangan.
Suara khas burung pipit dan kumbang pohon serta Nadhom Aqidatul Awam mengiringi perjalanan setiap regu dari pos 4 menuju pos 5. Dan tiba-tiba ….
“Lho! Kok ada Kak Ika.” Wajendra dari regu Cobra terkejut.
“Lha iya, terus siapa dong? Bagaimana perjalanannya? Apakah capek?” Tanya Kak Ika.
“Siap. Tidaaakk!!!” Seru Regu Cobra serentak.
Berikutnya mereka menyelesaikan misi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. Dengan semangat mereka berbagi tugas dan menyelesaikan misi di Pos 5.
“Apakah ada yang sakit?” tanya Kak Selvi ketika menyusuri setiap pos dan menanyakan kondisi peserta.
“Siap, Tidak!!!” jawab Regu Cobra.
Berikutnya mereka melanjutkan perjalanan menuju Pos Kedatangan. Waktu kunjungan orang tua dimulai. Setiap peserta dapat bertemu orang tuanya. Jam sudah menunjukkan pukul 12.30. Peserta PERJUSAMI melanjutkan ISHOMA.
Sirine panggilan pinru berbunyi setelah ISHOMA selesai. Kak Dephi memberikan intruksi kepada pinru untuk menyiapkan anggotanya. Lomba memasak dan lomba cerdas cermat dimulai. Regu Banteng dan Regu Naga menjadi juara Lomba Cerdas Cermat, sedangkan Regu Cobra dan Regu Sakura sebagai juara Lomba Memasak Nasi Goreng. Kegiatan dilanjutkan dengan Salat Ashar, bersih diri, Salat Maghrib, makan malam, dan Salat Isya’.
“Persiapan api unggun sudah selesai kak. Kegiatan siap dimulai.” Laporan Kak Imam dan Kak Farid kepada Kak Dephi.
Tumpukan kayu untuk api unggun telah siap di tengah lapangan. 11 obor pun siap dinyalakan dalam lingkaran kebersamaan. Prosesi api unggun dimulai. Dasa Dharma memecah keheningan malam. Satu per satu obor mulai menyala.
“Tiga kali tepuk pramuka!” seru Kak Chafid dengan semangat yang menyala.
“Api unggun sudah menyala… Api unggun sudah menyala…” seluruh peserta dan kakak Pembina bernyanyi bersama mengiringi kobaran api yang menerangi malam.
Malam inagurasi di mulai. Setiap regu menampilkan kreasi terbaiknya. Regu Garuda dan Regu Tulip menjadi juaranya. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Saatnya seluruh peserta kembali merajut mimpi di tenda masing-masing.
Hembusan angin Subuh membangunkan para peserta PERJUSAMI untuk memulai hari. Mereka bersemangat bersih diri dan salat Subuh. Dilanjutkan dengan sarapan bersama. Dengan berseragam pramuka lengkap dengan baretnya, Pratama telah siap memimpin upacara penutupan pagi itu.
“Kepada… bendera merah putih. Hormaaaattttt…. Graaakkk!!!” seru Pratama dari tengah lapangan upacara.
Lagu Indonesia Raya berkumandang dengan lantang dalam rangkaian upacara penutupan PERJUSAMI 2025. Seluruh rangkaian upacaran penutupan PERJUSAMI telah usai dan diakhiri dengan pelantikan dan penyematan tanda Penggalang Ramu.
Penyematan Regu Giat kepada Regu Lili dan Regu Scorpio, pemberian hadiah kepada para regu pemenang lomba, Regu Matahari sebagai Regu Terkompak, dan Regu Mawar sebagai Regu Terbersih dan Rapi melengkapi penutupan kegiatan PERJUSAMI. Tak lupa pembagian baksos untuk warga sekitar demi memupuk rasa saling berbagi.
Truk telah siap mengantarkan kami untuk pulang. Perjalanan menuju Surabaya yang menyenangkan ditemani rasa kantuk dan bahagia yang luar biasa. Kami kembali pulang membawa kenangan dan pengalaman. Sampai jumpa di PERJUSAMI 2026.
Ikuti lebih lanjut keseruanya
PERJUSAMI – DAY 1 – Berkemah Ceria Menumbuhkan Jiwa Mandiri dan Berakhlak Mulia
https://www.instagram.com/reel/DQfTZdWE2VD/?igsh=d2hvc3l4ejJ4ZGww
PERJUSAMI – DAY 2 – Jangan takut melangkah ke depan, karena diam di tempat hanya akan membuatmu tertinggal
https://www.instagram.com/reel/DQnpyBME8s3/?igsh=MXhrdzZuN2x4ZHg3Mw==
PERJUSAMI – DAY 3 – Jangan pernah lupakan janji Pramuka dalam setiap langkah hidupmu
https://www.instagram.com/reel/DQnr5l2E52b/?igsh=MTNxeTJubnU3NTJ2eg==




































































